Notice: Undefined variable: gtm_tags in /srv/kemudi.xyz/wp-content/themes/jarvis_wp/functions.php on line 682

Peluncuran Kelas Muda Demokrasi Digital

Siaran Pers
21 Maret 2016

Ancaman Kebebasan Berekspresi di Internet dan Kebutuhan akan Digital Literacy

Internet sempat menjadi ruang alternatif yang digunakan untuk mencari informasi, berkomunikasi, sampai berekspresi. Tak seperti media-media pendahulunya (koran, radio, televisi), struktur bangunan internet memungkinkan kebebasan berekspresi bagi siapa pun dan di mana pun membuatnya digemari secara instan. Hanya butuh waktu empat tahun bagi internet untuk mencapai 50 juta pengguna, sementara televisi membutuhkan waktu 13 tahun dan radio membutuhkan waktu 38 tahun untuk mencapai angka yang sama. Internet pun semakin dicintai ketika keterbukaan sistemnya membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mengutarakan pendapat. Siapa saja bisa menulis, siapa saja bisa menyiarkan.

12052663_1240733902621812_5639952482721187277_o

Tadinya begitu. Sampai ketika internet semakin tak lepas dari keseharian masyarakat, pemerintah dan sejumlah pemegang kepentingan lain pun mulai menyisihkan waktu untuk internet. Mulai dari membuat undang-undang informasi teknologi elektronik, sistem sensor (blok) pada situs web tertentu, sampai mengatur bisnis dan perdagangan yang terjadi dalam ranah internet. Tak sepenuhnya buruk, namun hal paling jelas yang terjadi setelah kebijakan tersebut diterapkan adalah semakin tingginya ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Tercatat sejak tahun 2008 sudah ada 144 orang yang terjerat Pasal 27 UU ITE. Sementara itu, UU ITE yang pada dasarnya juga mengatur perdagangan di internet terasa lebih sering digunakan untuk menyerang level individu; baik individu ke invididu, maupun institusi atau perusahaan ke individu.

Di luar itu, pengguna internet Indonesia yang semakin tinggi seiring infrastruktur dan ledakan gadget tak berimbang dengan kesiapan di sisi digital literacy. Kelas Muda Demokrasi Digital ingin mengisi kekosongan pada sisi digital literacy bagi anak muda. “Kurangnya literasi mengenai bagaimana sebaiknya netizen berperilaku di internet menjadi bumerang yang mengakibatkan kriminalisasi,” ujar Resa Temaputra, Program Manager dari KEMUDI.

12247747_1240731265955409_892652188515351842_o

KEMUDI adalah sebuah ruang belajar bagi pengguna internet muda untuk bisa mendapat pengetahuan dan keterampilan serta kesempatan untuk mempelajari aktivisme di internet agar mampu mengembangkan kapasitas diri mereka semaksimal mungkin. Tujuan KEMUDI adalah mencetak generasi anak muda yang kritis dalam menerima informasi dan dapat memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan demokrasi dan penyebaran informasi yang lebih sehat. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Aziz, Campaign Director Change.org, “Penting untuk mengajak bersuara melalui platform digital dan juga yang tak kalah penting, mempertahankan demokrasi tersebut. Karena bisa saja suatu hari, kita kehilangan demokrasi.”

Posted on 2017-01-03 in Tak Berkategori

Share the Story

About the Author

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top